Followers
Sabtu, 03 Agustus 2013
Saat ini banyak kita jumpai orang
yang suka mendengarkan musik saat mereka beraktivitas. Baik saat berkendaraan,
maupun saat tidur. Disadari atau tidak, kebiasaan tersebut ternyata banyak
menimbulkan bahayanya ketimbang manfaatnya.
Apalagi saat ini banyak juga orang
yang tidur namun kondisi televisi tetap menyala karena mereka sedang
mendengarkan musik. Salah satu contoh bahaya yang kerap terjadi adalah, saat
seseorang mengendarai kendaraan, sementara telinga mereka tertutup earphone
untuk mendengarkan lagu, yang akhirnya tidak konsentrasi sehingga terjadi
kecelakaan.
Bukan Cuma itu saja, sebagian orang
merasa tidak masalah dengan kebiasaannya yang menyalakan lampu ruangan ketika
tidur, mendengarkan musik atau menonton TV sampai tertidur. Bahkan sampai
menjadi suatu yang mesti dilakukan, jika tidak, maka tidak bisa tidur .
Perlu kita ketahui sebenarnya otak
tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktifitasnya meski tidak
sesibuk saat kita bangun tentunya.Yang terjadi ketika kita tidur
namun sambil dengan mendengarkan musik, TV dalam keadaan hidup atau lampu
menyala maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan
tersebut diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.
Gelombang tersebut menembus kelopak
otak kita. Otak yang seharusnya istirahat akan kembali terangsang bekerja dan
mengolah informasi yang masuk.
Bila hal tersebut kita lakukan
setiap hari, maka otak kita terus bekerja mengolah informasi yang masuk.
Kendati demikian bagi kita yang sudah terbiasa tidur dengan lampu
menyala, mendengarkan musik atau menonton TV sampai tertidur mesti merubahnya.
Seperti yang dikutip dari http://www.kaskus.us, dijelaskan bahwa
kebiasaan memelototi televisi atau mendengarkan musik saat tidur
sangatlah berbahaya . Bukan cuma lantaran banyak waktu anda yang terbuang
percuma, tapi televisi punya pengaruh negatif buat kesehatan anda.
Menurut penelitian, televisi dan
monitor komputer dapat menghasilkan radiasi, baik yang meng-ionisasi maupun
yang tidak. Rdaiasi ini secara potensial dapat menurunkan derajat kesehatan
manusia. Monitor, atau dalam istilah teknik disebut dengan video display
terminal (VDT) ternyata berkait dengan beberapa masalah pada manusia, seperti
keguguran, kelainan janin, mual, muntah, sakit kepala, rasa tegang pada leher
dan bahu, masalah kulit dan gangguan pada mata (tegang pada mata dan
penglihatan kabur).
Para ahli hingga saat ini masih
terus menyelidiki hubungan keluhan2 tersebut dengan radiasi VDT televisi atau
monitor komputer. Apalagi yang sudah usang memancarkan berbagai tipe radiasi
seperti sinar X, ultraviolet, visible light, infra merah, extremelylow
frequency (ELF), dan very low radiofrequency (VLF) serta electro magnetic
fields (EMF). Berbagai penyakit dapat ditimbulkan, seperti eritema, penuaan
dini, kanker, katarak, bahkan shock.
Untuk menanggulangi, anda bisa
menerpakna beberapa cara seperti jarak, radiasi magnetic berbanding terbalik
dengan pada umumnya jarak aman dari televisi atau monitor komputer adalah 35
cm. Namun, sebagian para ahli mengabjurkan jarak sedikitnya 70 cm dari depan
layar. Selain itu, medan magnet pada umumnya lebih besar di bagian belakang
monitor atau samping monitor sekurang2nya 1 meter.
Penggunaan layar filter dapat membantu dalam
arti mengurangi medan elektrik, UV dan visible light pada jarak dekat dari
layar televisi. Namun, tampaknya tidak terlalu efektif pada jarak yang biasanya
dipakai pengguna komputer, dan tidak pula mengurangi medan magnet.
Langganan:
Postingan (Atom)

